Menteri Sosial (1983-1988)

 

Segala pengalaman yang telah didapat Ibu Nani, menyebabkan beliau menjadi salah satu eksekutif terbaik di Indonesia yang dipilih Presiden Indonesia waktu itu,sebagai wanita pertama periode Orde baru untuk memimpin suatu Departemen.

 

Tugas yang di bebankan kepada beliau adalah membenahi Departemen Sosial yang dilakukan dengan mengganti 3 Dirjen,Sekjen dan Irjen,sekaligus.Semua personil yang diminta membantu,mayoritas adalah dari kalangan internal Departemen Sosial sendiri.

Konsep dan stategi pembangunan social yang menjadi program kerja selama menjadi Menteri Sosial dituangkan dalam bentuk pidato-pidato yang telah dibukukan menjadi 39 jilid.

 

Selama masa jabatannya,telah berhasil disusun”Pola Dasar Pembangunan Kesejahteraan Sosial”yang menjadi pedoman kerja Departemen Sosial berikutnya.

Pada saat Ibu Nani menjadi Menteri Sosial dicanangkan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN).Idenya didasari pengalamanbeliau saat terjadi

”clash II”. Pada pejuang terdesak oleh pasukan penjajah yang akan menguasai kembali Indonesia.Mereka terpaksa harus mengungsi bersama rakyat ke pedalaman. Saat itu,para petani di pelosok pedalaman  yang kondisi  kehidupannya sangat terbatas,dengan rela dan penuh rasa kesetiakawanan yang begitu tinggi,membantu pejuang dan rakyat pengungsi dengan memberi mereka makanan dan perbekalan,agar mereka dapat tetap bertahan dan melanjutkan perjuangan.  Nilai kesetiakawanan sosial inilah yang dicoba ditumbuhkan kembali sebagai modal dasar dalam membangun Negara Indonesia saat ini melalui kegiatan kegiatan yang dihimpun dalam HKSN.

 

Selama Ibu Nani menjabat sebagai Menteri Sosial,sempat menandatangani dan meresmikan gedung baru Departemen Sosial di jalan Salemba Raya,disaksikan oleh almarhumah Ibu Tien Soeharto.

 

 

2016 SEKAR BUDAYA NUSANTARA