Masa Perang Kemerdekaan (1945-1949)

 

 

Di usia yang baru sekitar 17 tahun,saat perang kemerdekaan Indonesia,Ibu Nani terpanggil untuk membaktikan dirinya dalam upaya merebut kemerdekaan.

 

Saat itu, Ibu Nani masuk sebagai anggota Tentara Batalyon 200 Salatiga (1946-1948). Aktif membantu di dapur umum dan logistiknya

 

Mengalami peristiwa dihunjani tembakan tentara belanda saat 1950,Ibu Nani juga menjadi anggota Militer Semarang.

 

Pada saat awal kemerdekaan,Ibu Nani dengan semangat tinggi berusaha meningkatkan kapasitas ketrampilan dengan mengikuti berbagai kursus seperti tata buku, steno, memasak, menjahit, merias yang kiranya dapat dijadikan bekal hidupnya nanti.

2016 SEKAR BUDAYA NUSANTARA